Published On: Rab, Des 20th, 2017

Bila Alam Berbahasa**

Pendar bulan tak seindah senyummu

Meski berpelangi, tiada cerah warna warni

Hangat kasihmu buatku merindu

Pada seni indah diam dalam diri

 

Tiada kutemukan kata paling purna

Tuk gambarkan  keanggunan jiwamu

Hanya gemuruh hasrat dalam do’a

Melatunkan paras elok batinmu

 

Binar mata yang membuka cakrawala

Penuh harapan akan masa depan

Ingatkanku pada aksara yang rumpang

Tentang gelar panjang arti keikhlasan

 

Kata-katamu meneduhkan

Suaramu menyejukkan

Seraya bahasa alam

Mengalir dan meneguhkan

 

Bagai berlian dalam cawan

Kilaumu tak terelakkan

Mengerjap dalam bayangan

Nan jauh dari sentuhan

 

Belum pernah alam jatuhkanku secepat ini

Pada rasa yang tak pernah ku mengerti

Kegilaan yang menjadi-jadi

Tanpa bisa kupahami

 

Tetapi kamu tetaplah kamu

Dan aku hanya kan jadi aku

Bersahaja, tak sepertimu luar biasa

Yang hanya mampu kurengkuh dalam do’a

** EVy Nur Laila

 

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>