Published On: Kam, Nov 9th, 2017

Praktikum Mapel SBK, MIM 06 Brondong Outing Class Membatik di Sendangagung

Dwi Agus Wajid, S.Pd selaku guru pendamping MIM 06 Brondong saat menyampaikan sambutan di depan siswa dan BUMDES SaM

Sendangagung– Dengan didampingi 1 guru pendamping dan 4 perwakilan paguyuban ibu wali murid, sebanyak 34 Siswa Kelas 6 MIM 06 Brondong- Lamongan Kamis pagi ini (09/11/2017) kegiatan outing class membatik di Desa Sendangagung.

Dalam sambutannya Dwi Agus Wajid, S.Pd selaku guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan outing class ini memang berkaitan dengan materi membatik di mata pelajaran SBK pada semester ganjil dan berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi siswa, jika tidak bisa menjadi pengusaha batik paling minim mampu menjadi pembatik sebagaimana yang disampaikan Direktur BUMDES SaM Luthfi Yuhandi dalam sambutannnya.

“Kegiatan diluar kelas hari ini memang berkaitan dengan mata pelajaran SBK yang kebetulan semester ganjil ini masuk materi membatik, dan berharap bermanfaat untuk siswa  “ tukasnya saat memberikan sambutan.

Sekdes Iswandi memberikan sambutan atas nama Pemerintah Desa Sendangagung mewakili Kepala Desa yang berhalangan hadir

Sekdes Iswandi dalam sambutannya mewakili Kepala desa menyampaikan sangat berterimkasih atas kehadiran siswa MIM 06 Brondong untuk belajar membatik, semoga dapat bermanfaat dalam mempelajari membatik pada pelajaran SBK.

“ Saya atas nama Pemerintah Desa Sendangagung menyampaikan terimakasih atas kehadiran siswa MIM 06 Brondong untuk belajar membatik di Desa Sendangagung yang mempunyai keunikan Desa Pengrajin Batik”Sambutnya mewakili Kepala Desa.

Direktur BUMDES SaM, Luthfi Yuhandi saat memberikan sambutan selamat datang pada siswa MIM 06 Brondong yang akan outing class membatik

Pada sesi materi membatik, Sekretaris BUMDES SaM Mahmud Junaidi menyampikan beberapa teori membatik dengan diselingi beberapa joki segar membuat para siswa ger-geran dan rileks.

Salah satu Siswi MIM 06 Brondong yang sedang Praktikum membatik didampingi pengrajin batik

Pukul 09.24 wib dilanjutkan menuju lokasi pembatik untuk melihat secara langsung proses membatik sekaligus praktikum membatik. Dengan didampingi dari BUMDES, siswa, guru dan paguyuban ibu wali murid berjalan menuju lokasi pembatik sekitar 500 meter timur Balai Desa.

Meski agak ketakutan karena panasnya lilin yang ada dicanting, siswa tetap membatik dengan pendampingan oleh pembatik

Di Lokasi ,para siswa satu persatu saling bergantian praktikum membatik diselembar kain yang sudah disediakan.

Zuwanto, saat menjelaskan cara merawat batik agar tetap awet dan tidak pudar

Disela-sela praktikum, Zuwanto memberikan penjelasan pada guru pendamping dan Ibu wali murid yang sedang menanyakan cara merawat batik tulis agar tetap awet sambil memperlihatkan batik yang sedang diangin-anginkan di lokasi praktikum. “ agar batik tetap awet, jika menjemur kain/baju batik tulis jangan dijemur dibawah terik matahari langsung, cukup diangin-anginkan agar warna tidak pudar” ungkapnya.

Mahmud Junaidi (kiri) berakos BUMDES menjelaskan keunggulan batik tulis pada guru pendamping dan paguyuban ibu wali murid MIM 06 Brondong

Disaat yang sama, Mahmud Junaidi pun menyampikan beberapa keunggulan batik tulis dan batik cap yang ada di Sendangagung dibanding dengan batik print.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>