Published On: Rab, Mei 4th, 2016

CIKAR ”GLINDING” KHAS SENDANGAGUNG

glindingSendangagung- Cikar ( orang sendangagung menyebutnya Glinding ) adalah alat transportasi darat tradisional dari Indonesia. Cikar banyak dijumpai di daerah-daerah seperti Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Lombok.

Cikar yang ada saat ini sudah tidak lagi seperti cikar tempo dulu, terutama pada bagian roda. Pada zaman dulu roda Cikar terbuat dari kayu jati tua yang dilapisi oleh besi dengan diameter yang besar, yaitu 160 cm; saat ini roda-roda tersebut digantikan oleh roda-roda yang terbuat dari karet. Kerangka cikar yang ada sekarang juga terbuat dari berbagai macam kayu seperti kayu bengkirai atau kayu-kayu lain yang mempunyai ketahanan dan keawetan sedangkan kerangka cikar-cikar tempo dulu terbuat dari kayu jati pilihan yang sangat kuat, terutama dari kayu jati jenis kembang dan doreng yang banyak dijumpai di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Berbeda dengan delman atau dokar, cikar pada umumnya ditarik oleh dua ekor sapi dan dipergunakan untuk angkutan yang memuat barang, berupa hasil bumi atau orang. Walau saat ini sudah sulit untuk ditemui, namun bagi beberapa orang, terutama di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan cikar dengan roda karet masih bisa dijumpai.

Madrais merupakan salah satu petani warga Dusun Mejero Desa Sendangagung yang masih menggunakan cikar ini sebagai alat transportasi untuk mengangkut hasil bumi. Kemarin (2/5/2016) Senin pagi sekitar pukul 07.30 wib dia mengemudikan cikarnya dengan begitu cekatan. Dengan dua sapinya yang bertubuh besar itu mampu menarik cikarnya menyusuri jalan raya beraspal depan Balai Dusun menuju arah selatan tanpa muatan apapun. Selang beberapa menit sudah jauh dari pandangan mata, goglek…goglek begitu suara “glinding” nya masih terdengar.(el)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>